My photo
Indonesia
Together we can save the nature, because Extinct will be forever, we have to save it now !

4.4.07

Nephentes – Tanaman Carnivora ternyata mayoritas di Indonesia.

Wuih ada ya tanaman yang bisa makan hewan ? itu pertanyaan anak-anak saya gilang dan boogie ketika saya bawa mereka jalan2 di hutan, untuk melakukan check lapangan pada laporan Tom kaar anggota kita, warga Belanda yang juga anggota aktivis lingkungan hidup Coral Reef and Mangrove Conservation – ODC Batam. Di Batam ini ternyata kehidupan hewan dan tanaman unik sangat beragam. Tanpa sadar sebagaian pengusaha dan masyarakat yang tidak mengerti akan hal ini menghancurkannya dan membuat mereka menjadi langka. Dengan genus Nepenthes dan orang bule memanggilnya Tropical pitcher plant, yang termasuk dalam familia monotypic, terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Nepenthes termasuk dalam famili Nepenthaceae dan kelas Magnoliopsida pada umumnya tumbuh pada hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur, padang savanna dan tepi danau.
Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.
Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Tiongkok bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka.
Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Kalimantan dan Sumatra. Nepenthes, pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne. Nama Nephentes diambil dari sebuah nama gelas anggur. Di Indonesia, disebut sebagai kantong semar karena mirip perut seorang tokoh wayang, dengan sebutan beragam di berbagai daerah, periuk monyet (Riau), kantong beruk (Jambi), ketakung (Bangka), sorok raja mantri (Jawa Barat). ketupat napu – napu adalah rawa, dan ternyata kantung ini sering dipergunakan untuk tempat ketupat (Dayak Katingan), telep ujung – ujung adalah nama seorang raja sementara telep adalah alat untuk menyimpan anak panah beracun (Dayak Bakumpai), dan selo begongong – yang artinya sarang serangga (Dayak Tunjung). Di Sumatra barat, ketakung ini sering digunakan untuk membuat kue godah, kue yang terbuat dari campuran beras, gula dan santan ini kemudian dikukus dalam kantung semar.
Selain itu Naphentes ini biasanya digunakan oleh masyarakat pedalaman sebagai kantung minum, bila mereka haus maka mereka akan mencari kantung semar yang masih kosong, tapi mereka akan meninggalkan yang sudah berisi. Ternyata ketika ada mangsa yang masuk kedalam perut naphentes, dia akan mengeluarkan sejenis enzim yang merupakan racun dan mematikan untuk serangga. Untuk manusia, racun ini tidak mematikan, tetapi penduduk local atau para pendaki gunung yang kehabisan bekal air, biasanya menghindar untuk minum dari kantung yang berisi serangga. – daripada diare dihutan ?, wah berabe..
Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.


Ternyata nepenthes ini yang biasanya mampu hidup diaera yang gersang dan tandus dan kekurangan unsur hara terutama nitrogen, mencoba mendapatkannya dari hewan mangsanya, dan di Batam yang memiliki mayoritas tanah bauksite tanaman ini bisa tumbuh subur. Memang hebat Alloh swt, yang menciptakan mahluk ini, mahluk yang tidak punya akal/pikiran tetapi mampu menangkap mangsanya.

Tak heran kalau para pencinta tanaman mulai memburu tanaman ini, berbagai majalah membahas tuntas misalnya trubus, flona atau buku2 mandiri buatan para pakar tanaman. Dan tak heran bila ada kumpulan pecinta tanaman naphentes yang bisa anda hubungi di naphentes_Indonesia@yahoogroups.com atau di http://tanamanbuas.proboards84.com/


Dari sekitar 100 species yang tersebar diseluruh dunia, tanaman jenis nepenthes yang paling banyak diburu adalah :
Nepenthes hirsuta
Sekilas Nepenthes hirsuta tidak menarik lantaran kantong bawah dominan berwarna hijau. Namun, coba perhatikan lebih seksama. Bintik-bintik merah menghiasi kantong bawah bagian dalam, tepatnya di bawah bibir. Kantong atas berwarna kekuning-kuningan dan jarang terdapat bintik merah. Penampilan kantong semar ini tambah istimewa dengan kehadiran bulu halus berwarna cokelat yang menyelimuti daun dan kantong. Panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 4 cm. N. hirsuta dapat ditemui di lahan berpasir dan hutan kerangas dengan ketinggian 200-900 m dpl.

Nepenthes hookeriana
Nepenthes dataran rendah ini hasil persilangan alami antara N. ampullaria dengan N. rafflesiana. Tak heran jika penampilan kantong bawah mewakili bentuk kedua induknya: pendek, gemuk, dan besar. Bibir kantong dan tutup lebar. Sayap tumbuh pada kantong bawah. Kantong atas berbentuk seperti terompet, semakin ke bawah semakin runcing. Kehadiran sayap pada kantong atas semakin berkurang. Mulut kantong atas dan tutupnya besar dengan lebar sekitar 5 cm. N. hookeriana diambil dari nama salah satu ahli botani Inggris terkenal, Joseph Hooker.

Nepenthes truncata
Pitcher plant ini tampil dengan bentuk daun yang cukup unik. Daun Nepenthes truncata tebal dan bentuknya seperti hati, Lazimnya daun kantong semar berbentuk lanset. Tak hanya daun, kantong pun menarik. Warna kantong bagian luar terkesan monoton, dominan hijau. Bagian dalam lebih berwarna, berbercak merah, merah muda, dan ungu. Penampilan N. truncata semakin mewah dengan bibir berwarna jingga keemasan. Kantong bawah berbentuk silinder, gemuk, dan bersayap. Sayap muncul dari bagian atas sampai bawah kantong. Panjang kantong dapat mencapai 20 cm. Mulut kantong besar dengan diameter mencapai 5 cm. Tutup N. truncata menyerupai kubah,ia asli Filipina.
Nepenthes mira
Kantong bawah berwarna merah pekat atau krem dengan bintik-bintik merah. Warna bibir merah tua. Kantong atas, hijau-kuning terang. Nepenthes mira asli Pulau Palawan, Filipina. Kantong semar ini tumbuh di tempat berlumut dengan ketinggian sekitar 1.800 m dpl.

Nepenthes ventricosa
Jenis ini termasuk nepenthes dataran tinggi, hidup pada ketinggian di atas 1.000 m dari permukaan laut. Meski termasuk jenis dataran tinggi, tapi ia juga dapat tumbuh di dataran sedang dan rendah. Hanya saja kantong tidak muncul. Kantong berbentuk pendek, gemuk, dan bundar. Pinggang kantong mengerut dan tidak ada sayap. Kantong berwarna merah tua, krem, atau ungu kehitaman. Mulut N. ventricosa berbentuk oval. Bibir berwarna merah dengan bagian pinggir berlekuk-lekuk. Sama seperti 2 saudaranya di atas, ia berasal dari Filipina, tapi dibudidayakan di Malaysia.
Nepenthes bellii
Penampilan nepenthes ini lebih mempesona jika diletakkan pada pot gantung. N. bellii memiliki sulur yang panjang, mencapai 15 cm. Pitcher plant ini dapat dikategorikan sebagai nepenthes mini lantaran kantong kecil, tinggi kurang dari 5 cm. Berwarna merah kekuningan dan bibir kuning kehijauan. Si kerdil ini asli Pantai Timur Laut Mindanao, Filipina.

Nepenthes gymnamphora
Inilah nepenthes baru yang tak kalah cantik. N. gynamphora Ia tumbuh di hutan primer atau sekunder di hutan vulkanik . Ketakung ini termasuk nepenthes dataran tinggi karena hidup pada ketinggian 900 m sampi 2.750 m dpl. Ia hidup epifit, menempel pada pohon lain, seperti paku resam Gleichenia linearis. Bentuk kantong atas seperti pinggang berwarna hijau, merah, atau hijau ke merah-merahan. Panjang kantong mencapai 20 cm, dan tahan 1-2 bulan.

Nepenthes x ventrata
Ketakung ini merupakan hasil persilangan antara N. alata dan N. ventricosa, keduanya asli Filipina. Tanaman cantik ini memproduksi kantong berbentuk botol di ujung sulurnya. Tinggi kantong sekitar 15 cm. Bentuk kantong memikat laksana biola dengan bagian bawah lebih besar dibandingkan atas. Kantong N. x ventrata memiliki variasi warna, merah dan hijau. Perbedaan warna ini tergantung jumlah cahaya yang didapat.

Nepenthes x emmarene..
Ia merupakan hasil persilangan N. khasiana-asli India- dengan N. ventricosa-asli Filipina. Kantong berbentuk silinder berwarna kuning kehijauan dengan tinggi sekitar 15 cm. Bibir berwarna merah kecokelatan dengan bagian pinggir bergelombang. Keunikan N. x emmarene terdapat pada bentuk tutup. Ujung tutup membentuk huruf V


Dan sementara jenis-jenis baru dan unik belum semua bisa di petakan, kehancuran hutan sudah semakin parah. Kadang kita lupa bersyukur, bersyukur dengan cara menjaga kelestarian apa-apa yang sudah berikan oleh Alloh swt kepada kita, dan penghancuran, eksploitasi besar-besaran pun terjadi - mengikuti hawa nafsu. Uang - uang - uang..





Semoga saja para pecinta tanaman ini benar2 cinta dan mengembang biakkan nephentes yang termasuk sulit bagi pemula, karena dengan perkembang biakan, pengambilan di alam semakin kurang. Selain karena memang diburu, tanaman ini juga di Batam mulai habis karena lahan hidup mereka dibongkar untuk penambangan pasir liar dan pembabatan kayu hutan.

Padahal, punah itu untuk selamanya, dan caranya hanya satu, jaga dan lestarikan sekarang.

Untuk para ahli botani, para pecinta tanaman nephentes, mohon informasinya, species apakah tanaman2 yang ada fotonya diatas. – hubungi saya : Luky L Santoso 0812 77 31003 / contact@octopusdive.org atau titip pesan di http://octopusdive.blogspot.com/
Difoto dengan Nikon D70S, lensa 70mm.























































Luky - Dari berbagai sumber.

Menyelamatkan Penyu hijau di Pulau Putri.

Penyu yang paling sering ditemukan di perairan Batam terutama di daerah pulau putri adalah penyu hijau kerennya dipanggil green turtle. Hampir di semua laut ditemukan penyu, kecuali di perairan artic, karena penyu tidak suka air dingin dan mereka akan sangat kesulitan untuk mencari tempat bertelur. Beberapa species senang berkelana dari satu lautan ke lautan yang lain. Penyu yang terbesar biasanya dari jenis Leatherback dengan panjang tempurungnya bias mencapai 2 meter, dan lebar 1.5 meter. Berat mereka bias mencapai 600kg. Tetapi beberapa species lain biasanya lebih kecil dengan maksimum panjang tempurung mencapai 1 meter saja. Kita punya tujuh jenis penyu yaitu : Kemp's Ridley, Flatback, Green, Olive Ridley, Loggerhead, Hawksbill dan Leatherback. Selain Leatherback yang termasuk keluarga Dermochelyidae ( satu-satunya ) yang lain merupakan keluarga penyu Chelonioidea. Perbedaannya terlihat dari bentuk anatomi tubuh mereka, misalnya Bentuk tulang kepala, bentuk lempengan dari tempurung atau lapisan tulang pelindung dibawah perut. Dan Leatherback adalah satu-satunya penyu yang tidak memiliki batok tempurung, tetapi dia memiliki kepingan tulang2 yang dibungkus kulitnya.



pict1. Marthen manuputty si lumba2.. dapet lagi..

Beberapa jenis penyu sudah dinyatakan punah – YA PUNAH !!, lihat table dibawah. :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Sauropsida
Order: Testudines
Suborder: Cryptodira
Superfamily: Chelonioidea Bauer, 1893
Genera
• Family Cheloniidae (Oppel, 1811)
o Caretta
o Chelonia
o Eretmochelys
o Lepidochelys
o Natator
• Family Dermochelyidae
o Dermochelys
• Family Protostegidae ( punah )
• Family Toxochelyidae ( punah )
• Family Thalassemyidae ( punah )
Penyu laut memiliki kemampuan yang sangat hebat dalam merasakan tempat dan waktu. Mereka sangat sensitive terhadap medan magnet bumi dan menggunakannya untuk navigasi. Penyu tertua yang ditemukan berumur 189 tahun, dilihat dari umur tempurungnya setelah pengujian laboratorium. Satu-satunya jenis hewan yang selalu pulang kampong ini bias memiliki GPS alam. Kura2 family Ridley lebih hebat lagi, mereka pulang kampungnya bersama-sama, dalam satu rombongan – seperti layaknya penjual jamu gendong di Jakarta dan pulang sama-sama ke Jawa. Dan penyu Ridley ini hanya kembali ke Kemp’s Ridley dalm satu hari yang sama dan tidak ada yang nyasar ke pantai manapun di belahan dunia ini, hanya ke kampungnya di Kemp’s Ridley dalam jumlah Ribuan ekor, tetapi karena manusia senang sama telurnya, akhirnya mereka tinggal beberapa ratus ekor saja.
Usia dewasa siap menikah penyu adalah 30 tahun, mereka setelah mengandung akan pergi ke pantai pada malam hari, di Pantai dimana mereka dilahirkan. Biasanya satu induk betina akan bertelur setiap dua atah empat tahun sekali. Dan sekalinya bertelur bisa empat atau tujuh kali mengeluarkan telur. Mereka akan menggali lubang dengan sirip mereka dan mengeluarkan 70 sampai 190 telur ( tergantung species memang ) kemudian menguburnya dan kembali ke laut. Kemudian dalam masa dua bulan kemudian, dari telur-telur yang selamat dari predator paling hebat – manusia, akan menetas tukik-tukik kecil, si bayi ini akan menggali lubang keluar sendiri dan mencari jalan kelaut. Tetapi rata-rata hanya 1% yang selamat karena di sana sudah menunggu predator selain manusia misalnya burung camar, gagak elang sampai ikan moray, belut dan Kerapu. Mereka yang memakan daging atau tanaman ini, paling sering ditemukan di padang rumput sargassum yang melayang di lautan.


pict. 2 karang api, harry, dan todak

Manusia paling sering menangkap penyu untuk dimakan dagingnya, sementara cangkangnya digunakan sebagai hiasan. Dari jaman baheula, cangkang penyu digunakan oleh masyarakat dengan ditemukannya peninggalan kuno sisir dari cangkang penyu. Walaupun sensor dan instinkya sangat tajam, tetap saja penyu-penyu itu menuju kepunahan menyusul tiga jenis penyu lainya yang sudah punah. Selain telurnya dan daging untuk dimakan, batoknya untuk hiasan, Penyu-penyu ini juga tewas karena tersangkut jarring nelayan, atau terluka oleh mata pancing Di India ada penelitian oleh para aktivis pecinta alam disana bahwa dalam dua bulan saja telah mati terperangkap jarring sekitar 100 ekor penyu.
Saya juga pernah nonton filemnya Alm Steve Irwin yang menemukan kura2 yang batoknya sudah hancur karena baling-baling boat. Kura-kura hijau di Batam menjadi contoh paling baik untuk kepentingan rantai makanan dan ekosistem – bahkan di dua ekosistem yang sangat kritis, karena mereka terutama memakan rumput laut di padang lanun. Sama seperti lapangan bola, padang lanun yang sehat harus dipotong pendek. Dan padang lanun yang sehat akan menghasilkan daerah perkembangbiakan ikan dan hewan laut lainnya. Hilangnya padang lanun dapat menyebabkan hilangnya beberapa jenis hewan laut dan ikan, yang mengancam rantai makanan yang akan berakhir pada bencana, termasuk pada manusia.






pict.3 Penyu-penyu yang tertangkap jaring nelayan dilepaskan kembali,
aryo, harry, ricky, dugong..




Pada saat jalan-jalan ke Bintan tahun lalu, didapat kabar bahwa mereka memiliki ahli2 biologi yang bekerja untuk menyelamat hewan2 dari mulai kunang-kunang sampai ke penyu. Penyu-penyu yang menetas akan diintai, kemudian telurnya akan “diamankan” ke pantai yang mereka siapkan dengan penjagaan khusus sehingga predator monyet kepala hitam ( manusia ) tidak dapat mengambilnya didalam area berjaring rapat, sehingga burung gagak tidak bisa memangsa. Kemudian tukik2 yang baru lahir akan mereka lepaskan kelaut dengan bantuan para turis wisman, yang mengeluarkan donasi untuk setiap tukiknya. Suatu kerja sama yang baik, wisman senang dapat melepaskan penyu, dan kita mendapatkan alam yang lestari. Sementara hal lain misalnya di simpadan dan ligitan ( itu loh yang dicaplok Malaysia ) dimana disana turis2 menyelam bersama penyu yang jinak. Mereka mau disuapin dan seringkali ke pantai untuk bercanda dengan anak2 kecil. Tapi hati-hati – si penyu ini rabun, sehingga bisa saja dia salah caplok dan menggigit telinga seperti cerita di seaworld Jakarta, dimana penjaga aquarium laut terbesar di asia itu terpaksa harus dijahit karena kehilangan kupingnya.

Luky L Santoso - dari berbagai sumber

Pencangkokan Terumbu di BATAM

Pencangkokan Terumbu di BATAM
Coral reef and mangrove conservation
Octopus diving club - Batam, Indonesia


Perkenalan
Dimulai dari keprihatinan beberapa anggota POSSI akan adanya kerusakan terumbu karang di perairan Batam, yang merupakan salah satu faktor kurangnya minat penyelam-penyelam untuk mencoba berpetualang di Batam. Meeting kecil yang dilakukan oleh IB Ngesti Dewa, Kurniawan UB dan Luky L Santoso mencetuskan ide untuk melakukan beberapa kegiatan penyelamatan alam sekaligus untuk meningkatkan semangat organisasi POSSI. Akhirnya setelah mendapatkan restu dari pak Cris Winasis, OCTOPUS DIVING CLUB sebagai Representatif POSSI Kepri membuatlah proposal undangan dan dibuatlah meeting project penanaman terumbu karang di NPM yang dihadiri manajemen NPM, TURI KPN dan para anggota POSSI.
Pemasangan reefball dan Penanaman terumbu karang bertujuan untuk menghidupkan kembali daerah mati, terutama daerah bekas terumbu karang. Apabila terumbu karang hidup, otomatis ikan-ikan terutama ikan karang akan kembali berkumpul dan proses perkembang biakan akan semakin cepat dibandingkan pada saat ikan-ikan tersebut tersebar tanpa perlindungan rumah-rumah karang. Background Masih jelas ingatan kami pada tahun 2002 ketika melakukan latihan rutin, kami menemukan adanya satu species kuda laut yang "berkeluarga" di ladang lanun.di depan sea sport Nongsa Point Marina, Seperti bapak ketahui kuda laut adalah hewan yang hanya dapat hidup pada daerah tidak tercemar, dan mereka adalah type hewan yang setia pada tempat mereka dilahirkan, - mereka tidak akan melakukan migrasi apabila tidak terpaksa. sehingga apabila ada satu kawasan yang didalamnya ditemukan hewan unik ini, maka dengan bangganya kita dapat menyatakan daerah itu tidak tercemar. Tapi dengan berat hati kami sampaikan kenyataan bahwa didepan sea sport sudah tercemar oleh limbah minyak hitam. Sehingga singkat cerita kami tidak menemukan lagi habitat kuda laut. Pada tahun yang sama seorang rekan diver pernah mencoba melakukan kegiatan yang dilakukan di dive2 resort di Bali, yaitu dengan mencoba memanggil ikan-ikan koral.
Kegiatan ini berhasil dengan baik dapat ditandai dengan mulai berkumpulnya ikan-ikan disekitar kami pada setiap latihan diadakan. Dan kembali lagi pada tanggal 9 Feb 06, kondisi laut berminyak juga mungkin salah satu faktor menghilangnya ikan-ikan tersebut. Batch 1 yang direcruit tangal 9 Feb 06, menjadi penonton acara menarik dari elang laut yang sedang mencari ikan, dibeberapa Negara, atraksi elang laut ini memang “dipelihara” dengan menyediakan bangkai2 ayam pada saat-saat tertentu. Batam memiliki iklim yang unik disebabkan bentuk geografisnya yang merupakan kepulauan.



Dengan kisaran rata-rata : Dari data diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan restorasi terumbu karang paling baik dilakukan pada bulan April. Batam sendiri memiliki berbagai jenis terumbu karang yang beberapa diantaranya masuk dalam klasifikasi langka, yaitu blue coral. Terumbu karang biru ini memiliki keunikan yaitu kandungan obat-obatan yang dapat digunakan sebagai obat kanker.

Coral Reef Coral Reef atau terumbu karang adalah simbiose mutualisma dari dua makhluk yang berkerja sama dan saling menguntungkan, Pholyps dan algae adalah hewan dan tanaman yang bekerja sama membentuk rumah terumbu karang. Pholyps adalah hewan satu sel yang memangsa zooplankton dan phytoplankton yang terdapat dalam perairan yang sehat. Sekresi dari pholyps ini yang diserap oleh algae dan dimasak dengan bantuan chorophyl lalu dibentuk menjadi rumah kapur dimana sang pholyps dapat beristirahat dengan tenang.

Rata-rata pertumbuhan terumbu karang sangat lambat, sepanjang 1cm pertahun, tetapi memang tergantung dari tiap daerah. Pada beberapa daerah yang memiliki sumber protein yang tinggi, sinar matahari cukup, suhu hangat sepanjang tahun, arus dan gelombang yang tidak terlalu kuat untuk menghancurkan terumbu tetapi cukup untuk terus bergerak dan mengalirkan makanan, tutupan sedimentasi lumpur tidak ada, jumlah predator seimbang, maka terumbu karang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.

Beberapa penelitian pertumbuhannya dapat mencapai 3-5 cm pertahun. Terumbu karang dari hasil penelitian ternyata dapat hidup secara generatif ( pembuahan sel ) dan dapat juga dari vegetatif atau patahan induk. Pada beberapa kasus tertentu, arus dan gelombang kuat yang memecahkan cabang terumbu akan menghanyutkan terumbu tersebut kesuatu daerah dimana dia dapat berkembang biak dan tumbuh, walaupun tentu saja, apabila terjatuh kedaerah berlumpur, terumbu itu dapat mati. Terumbu karang sering kali dihancurkan oleh manusia, Karena digunakan sebagai bahan pondasi rumah, apabila dibakar menjadi bahan kapur, dijadikan hiasan-hiasan dan di bom karena terumbu karang merupakan rumah ikan yang pasti selalu dikerumuni oleh ikan.

Selain manusia sebagai perusak utama, terumbu memiliki predator alam yaitu terutama ikan kakatua ( parrot fish ), bulu babi, bintang laut, siput dan berbagai hewan laut lainnya. Pemangsa dalam jumlah yang wajar akan membentuk suatu ekosistem yang baik. Tetapi pada penelitan yang dilakukan oleh team ini mendapati bahwa terdapat ledakan jumlah predator terumbu karena akibat2 khusus, misalnya disebelah timur laut p. Putri, jumlah parrot fish yang berlimpah diatas ambang batas diakibatkan adanya pemburuan ikan kerapu ( grouper fish ) yang berlebihan ( Over fishing ). Ketika kerapu sebagai pemangsanya habis maka parrot fish ini berkembang biak tidak terkendali. Hancurnya terumbu karang mengakibatkan ikan-ikan karang yang biasanya dapat berkumpul, mencari makan dan berkembang biak, menjadi tersebar dan tidak dengan mudah mendapatkan pasangan untuk berkembang biak pada saatnya, sehingga secara langsung akan terjadi penurunan kepadatan ikan disuatu perairan. Dan kali ini team berhasil melakukan pembiakan vegetatif dengan cara melakukan pencangkokan

Project objectives
1. Melakukan Reefcheck – pemeriksaan kondisi terumbu karang di perarian Nongsa dan Melakukan fish check – Pemeriksaan kondisi ikan-ikan diperairan Nongsa.
2. Membuat daerah konservasi yang terjaga dari eksploitasi penangkapan ikan sebagai daerah buffer atau supplier ikan. Didaerah ini ikan dapat bertelur dan berkembang biak dengan baik tanpa diganggu.
3. Membuat reefball – rumah ikan buatan, mengumpulkan ikan sehingga dalam kepadatan yang tinggi, tingkat perkembangbiakan diharapkan juga semakin tinggi dan melakukan pencangkokan terumbu untuk dapat mengumpulkan berbagai jenis species terumbu di perairan Nongsa. Membuat kumpulan padat yang mendekatkan induk-induk terumbu sehingga dapat berkembang biak secara generatif.

Progress 1.
Reefcheck. + Fish Check,: Ditemukan komposisi pemangsa terumbu karang dalam jumlah yang relatif banyak didaerah perairan induk terumbu ( sebelah barat p. putrid ) . Dengan daerah tutupan terumbu karang hanya 10%, ikan PAROT FISH ditemukan sampai 6 ekor per 10m2. Selain itu ditemukan juga juga 4 starfish jenis pentagonal per 10m2, dengan diameter 20-25cm. Bulu babi ditemukan 10-15 ekor per-m2.

Berkumpulnya pemangsa terumbu ini diakibatkan karena adanya daya tarik serpihan terumbu karang patahan sisa terumbu yang menarik pemangsa datang. Pemangsa dalam jumlah wajar tidak akan menimbulkan kerusakan parah, bahkan akan membentuk mata rantai makanan dalam sebuah ekosistem yang baik, tetapi sebaliknya berkembang biaknya predator dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, kemungkinan penyebabnya adalah over fishing grouper fish ( kerapu ) yang menjadi predator mereka. Sedangkan kemungkinan penyebab ( Possible Cause ) dari patahan terumbu karang didaerah tsb adalah dari jangkar kapal wisatawan dan nelayan. Ditemukan juga adanya karang-karang mati akibat cianida ( racun ikan ).

Tapi tidak ditemukan adanya sisa pengeboman karang dilokasi ini. Dibeberapa lokasi di perairan Nongsa ditemukan adanya terumbu karang yang mati akibat virus cyano, virus ini sangat mudah sekali menyerang terumbu-termbu yang luka. Diperairan p. Putri ini juga seringkali ditemukan tumpahan minyak. Di perairan depan camping ground NPM ( tg. Pandan ) di lokasi nursery, pemangsa ditambah dengan ditemukannya siput ( gonggong – bhs lokal ) sampai 30-40 ekor per dua ( 2 ) meter2 yang bisa masuk kedalam jarring penahan ikan parrot fish / sea urchin / star fish yang dikhawatirkan memangsa terumbu cangkok. Sehingga nursery di lokasi ini berjalan kurang baik dengan menyisakan hanya 55% terumbu karang yang hidup siap tanam. Sayangnya team tidak berhasil mendokumentasikan dengan foto, karena keterbatasan dana. Dari 120 tatakan terumbu cangkok dari 3 species utama terumbu karang keras, hanya 65 buah yang hidup.

Percabangan baru dari terumbu Fish check area penanaman terumbu :





SEBELUM PENCANGKOKAN SESUDAH PENCANGKOKAN TERUMBU
Kepadatan ikan : 2 setiap 10m2 Kepadatan ikan : 200-300 ekor setiap 10m2
Banyaknya jenis : 2 setiap 10m2 Banyaknya jenis : 8-10 jenis.




Good news : disebelah timur laut pulau putri nongsa masih ditemukan tutupan terumbu hingga 75% yang sangat diharapkan dapat dijaga dengan baik.

2. Pembuatan area konservasi.
Kebiasaan penduduk sekitar perairan nongsa membuat bubu dan menanamnya ( membongkar karang, menumpuk bubu dengan terumbu karang yang percah menyebabkan sulitnya suatu daerah dapat ditentukan sebagai daerah konservasi. Masih perlu pembahasan. 3. Pembuatan Reefball dan penanaman terumbu karang Reefball dibuat berdasarkan banyak skala, besar kecil tergantung dari kemampuan team. Semakin besar dan kuat semakin mungkin digunakan sebagai pemecah gelombang, bentuknya yang bulat diharapkan cukup untuk mengalihkan benturan ombak dan arus laut tidak membalikkan reefball.

Penanaman Terumbu karang, selain harus memiliki kriteria syarat hidup terumbu, misalnya suhu, pencahayaan, asupan mineral juga harus memperhatikan predator. Secara mudah, begitu daerah dengan jarak tempuh radius 1km ditemukan koral, maka koral lain akan dapat hidup disana. Walaupun dari system penjagaan setelah dilakukannya pencangkokan tidak dapat terawasi, ditandai dengan banyak terumbu yang patah bahkan pralon pengikat terumbu dan batu tatakan pecah akibat benturan benda keras, secara keseluruhan, team sudah dapat menunjukkan bahwa project ini berhasil.

Management Framework

Management Objective 1: Menjaga keutuhan ekosistem terumbu karang di daerah perairan Nongsa secara umum.
1.1 Melakukan restorasi ulang terumbu pada daerah yang SUDAH DISEPAKATI SEBAGAI DAERAH KONSERVASI.
1.2 Memperluas daerah tutupan terumbu yang secara langsung akan meningkatkan produksi ikan perairan tersebut
1.3 Menjaga dan mengawasi dari bahaya penghancuran yang dapat terjadi
1.4 Mempromosikan keuntungan ekonomis untuk masyarakat daerah sekitar dengan adanya project tersebut.
1.5 Melakukan penelitian dan pembelajaran yang terus menerus.

Management Objective 2 : Menjaga dan bahkan menambah kekayaan daerah konservasi
2.1 Menjaga dan menambah populasi dari species yang sudah mulai langka, misalnya kerapu ( grouper fish ), blue coral, kuda laut.
2.2 Membuat kebijakan untuk eksploitasi alam yang bijaksana dengan tidak merusak dan berlebihan.
2.3 Menjaga dan selalu melakukan update kekayaan dan jenis species yang ada di area Nongsa.
2.4 Promosi untuk penelitian konservasi species langka.
2.5 Promosi untuk penelitian legenda/mitos yang menyebabkan kerusakan salah satu mata rantai ekosistem, misalnya kuda laut dimitoskan sebagai obat kuat


Management Objective 3: Melakukan Promosi kegiatan pendidikan dan meningkatkan kesadaran kebutuhan daerah konservasi.
3.1 Meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya penjagaan kekayaan alam.
3.2 Meningkatkan promosi untuk wisatawan yang sadar akan alam.
3.3 Meningkatkan promosi untuk kesadara dari para wisatawan akan sampah yang dapat menyebabkan kerusakan pada alam.
3.4 Mempromosikan dan mengenalkan kebijakan dan hukum yang berlaku di daerah tersebut.

Management Objective 4: Melakukan regenerasi dan memperkuat jaringan para konservator
4.1 Pengayaan keilmuan dengan buku-buku literature
4.2 Promosi regenerasi, menumbuhkan minat para konservator baru 4.3 Melakukan kerja sama dengan berbagai instansi terkait









Pembuatan nomor reefball juga tidak bisa menggunakan semen warna, karena daerah tertentu misalnya di perairan TURI ini memiliki banyak ganggang yang dengan cepat melekat dan menutupi warna reefball. Pada daerah tertentu dengan tingkat pertumbuhan ganggang tidak terlalu tinggi – pewarnaan reefball sangat membantu –pencahayaan yang akhirnya menyebabkan dasar laut berwarna-warni. Pertumbungan ganggang yang terlalu tinggi merupakan indikasi terjadinya erosi lapisan tanah dari daratan yang membawa mineral tanah subur.


Specification :
A. REEFBALL
Bahan Reefball terbuat dari betonan bertulang baja yang dibentuk dengan rongga didalam yang bergungsi sebagai tempat berkembang biak ikan karang. Tetapi dalam beberapa kondisi, ban bekas mobil atau truck juga dapat digunakan, hanya saja tidak dapat dengan mudah di tempeli terumbu. Ban mobil juga harus dilapisi dulu dengan semen, karena kandungan ban memiliki bahan yang berbahaya untuk terumbu, sehingga terumbu tidak dapat hidup.
Berat Favorit disesuaikan dengan peralatan pengangkutan ke laut yang dimiliki, dan secara otomatis, berat ini juga mempengaruhi besar reefball. Bentuk Semi bola, untuk mencegah hambatan terhadap arus. Dan kaki dapat tertanam mencengkeram dasar laut. Untuk kondisi arus sangat kuat, dengan indikasi banyaknya reefball terguling ( jarang terjadi ) , perlu diperhitungakn masalah berat reefball atau pemasangan reefball dengan membenamkannya kedasar lebih dari kedalaman wajar. Bentuknya yang semi bola - streamline menyebabkan hambatan arus kecil, sehingga reffball tidak terbalik diterjang arus Kaki reefball tertanam di dasar laut, sehinga kedudukan semakin kokoh Reefball ini memiliki lubang-lubang untuk
A. tempat ikan masuk.
B. Tempat menempelkan tatakan terumbu karang Warna
pada daerah tertentu lapisan luar reefball yang diberi warna cantik akan tertutup sedimentasi, pada daerah lain akan terutup algae, sehingga reefball di Indenesia sebetulnya tidak perlu diberi warna. Didaerah tertentu pewarnaan reefball dapat dilakukan untuk memperindah dasar laut apabila reefball disana tidak ditanami terumbu ( menunggu perkembangbiakan generatif ) , juga karena kandungan pasir besar sehingga reefball tidak terlampau cepat ditutupi alga atau sedimentasi.

Posisi peletakkan Posisi reefball di dasar laut disebarkan dengan prinsip dasar : apabila berdekatan, terumbu akan semakin mudah melakukan pembiakan generatif. Tetapi apabila terlalu dekat, maka terumbu dapat dengan mudah terbentur fins dari penyelam yang sedang melakukan pemeriksaan/perawatan terumbu. Reefball yg sudah ditumbuhi terumbu 4 meter Diver/snorkler

B. TATAKAN TERUMBU Bahan :
Semen, pasir, peralon besar untuk cetakan dipotong2, peralon kecil untuk tatakan, kawat baja untuk besi ancor. 10cm Posisi peralon di pinggir Lubang pengikat Besi ancor Adonan semen 10cm

Pengambilan terumbu
Pengambilan terumbu yang berlebihan akan mengakibatkan kematian pada terumbu induk, pastikan anda memotong tidak lebih dari 10%. Beri tag pencatatan tanggal dan waktu pemotongan. Sehingga pada saat pemeriksaan nanti, anda akan memiliki data apa yang terjadi pada terumbu yang anda potong.
1. Mouring bouy
Pada saat kembali untuk melakukan pemeriksaan atau menjalankan pemanenan, anda dapat mudah menemukan lokasi dengan cara meninggalkan mouring bouy atau jangkar apung, yang dimaksudkan dengan pelampung yang diikat dengan tali ke batu karang di dasar laut, sehingga nelayan tidak perlu repot membuang jangkar ( yang dapat merusakkan koral ).
2. Reefcheck dan fish check
Lakukan reefcheck dan fish check. Apapun yang akan anda putuskan, dengan data yang cukup – keputusan anda akan jadi maksimal.
3. Ekosisem dan habitat
Terumbu Terumbu karang memiliki habitat hidup di daerah yang bersuhu hangat, dengan kondisi perairan subur ditandai dengan melimpahkan plankton yang merupakan makanan utamanya. Untuk dapat mendapatkan daerah terbaik periksa suhu rata2 dan salinitas, paling tidak daerah pembibitan harus memiliki kondisi alam yang sama dengan induk terumbu. Apabila daerah dan kondisi alam yang berlainan dari sifat arus, suhu, salinitas dan lainnya, gunakan iklimatisasi yaitu terumbu karang yang dicangkok di biasakan dulu untuk dalam kondisi terjaga sebelum ditanam, didaerah khusus nursery.
4. Faktor perusak
Analisa dan kenali kemungkinan perusak yang ada didaerah tsb, misalnya saja daerah dengan tingkat keaktifan tinggi ( banyak pengunjung ), atau juga daerah yang memiliki banyak predator alam. Pada daerah nursery, penjagaan dan perawatan sangat diperlukan karena patahan terumbu dapat menarik minat para predator.

Polutan penghancur terumbu karang :
Ø Sampah plastic
Ø Minyak kotor sisa buangan kapal
Ø Limbah pabrik/rumah tangga

Predator alam dari terumbu karang :






Faktor lain perusak :
Ø Sedimentasi tinggi
Ø Arus terlampau kuat
Ø Konsentrasi plankton rendah
Ø Daerah tangkapan ikan ( bubu/jarring/bom ikan)

Peralatan pengambil bibit terumbu
1. Kantong plastic
2. Diver rescue balllon, yang bisa diikatkan ke keranjang untuk mengangkat kerangjang terumbu naik.
3. Palu dari karet
4. Tatah tajam.
5. Sarung tangan
6. Tali + carabiner untuk mengikat diri ke terumbu pada saat arus.
7. Kompas.
8. Container/ember air besar ( sebesar mungkin yang bisa dibawa )
Standard Operational Procedure
Setelah melakukan pencangkokan terumbu team sepakat untuk membuat aturan kerja yang terbaik yaitu :
1. Lakukan reefcheck dan fish check dan pendataan.
2. Pastikan transportasi perpindahan dengan tidak mengubah suhu udara/salinitas air
3. Terumbu tidak terekpose dengan udara luar pada saat proses berlangsung.

AREA PENCANGKOKAN
Masih diperlukan usaha untuk mendapatkan tempat terbaik, setelah mendapatkan data banyaknya terumbu yang hancur terbentur benda keras didaerah percobaan, team akan menjauhkan reefball sekitar 200m kearah karang besar.


Pencangkokan terumbu



Prinsip

Iklimatisasi / Nursery
Pada beberapa kasus setelah melihat lokasi penanaman terumbu yang bersahabat bagi bibit terumbu baru, team dapat saja memutuskan untuk mengadakan lokasi nursery dimana bibit akan dapat diawasi lebih ketat, terhadap kemungkinan buruk.
Untuk itu diperlukan penataan yang baik yang disarankan menggunaan meja pengikat dari bahan kayu/besi dan jarring ikan. Penggunaan meja ini berguna untuk menghindari predator snail shell dan tertutup sedimentasi.





Menurut pengalaman, dengan meletakkan langsung di dasar laut, koral lebih cepat tertutup sedimentasi sehingga terumbu bibit banyak yang mati. Dengan menggunakan meja dari jaring, diharapkan sebagian lumpur sedimentasi dapat jatuh dan mengurangi tutupan di badan terumbu, juga predator snail shell walaupun ada, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit dibandinkan bila tidak menggunakan meja.

Menghindari predator selain snail shell.

Untuk predator ikan kakatua ( parrot fish ), sea urchin atau star fish, digunakan kandang dari kayu/besi dengan penutup jaring
Contact :
Untuk saran, anda bisa hubungi kami di www.octopusdive.org atau email langsung ke Contact@octopusdive.org

Congratulate the team member on alphabetical order
Agus - PT AIT; Agus Riyadi-UIB; Ahmad - TURI; Ali Subchan - PT AIT; Ambarwati - PT AIT; Aminudin - TURI; Apriyanto-PT AIT; Aryo - PT AIT; Beni Wirachman - PT AIT; Cepi - KPN; Chris Winasis, Devi - PT AIT; Didik - TURI; Dody S Pamungkas - PT AIT; Desman Wardi –COREMAP; Deasy - NPM Engel – NPM ; Firdaus - TURI; Fajar yuliana - PT AIT ; Heriyanto - PT NPM; I B Ngesti Dewa ( Budit ) ; Jul - Waikiki dive; Johannes - KPN; Joko Pramono - NTB; Jumiati - TURI; Jurianto – Laksana Samudra; Karel - PT AIT; Kun Anggoro – KPN; Kurniawan UB-NPM; Lusy Apriana - PT AIT; Olsen Francis Oscar - NPM; Reinhard - NONGSA SECURITY; Rizky-PT AIT; Ricky Kinipulu – Batam Pos,; Robertus Belarminus - PT AIT; Sanjaya A. - PT AIT; Saptoni - PT AIT; Soleh Hudin-PT AIT; Suharyati-PT AIT; Tabrani-TURI security ; Tommy Susanto – TURI;Tri Mulyani (Tri) - PT AIT; Tri Mulyati (Mely) - PT AIT ; Turseno - PT AIT ; Widyawati - PT AIT; Wan Irham-DKP; Zulham Effendi - TURI dan masih banyak lagi bantuan yang kami dapat dari rekan-rekan yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

2.4.07

Nautilus di KEPRI !

Ketika sedang melakukan kegiatan outing bersama dengan rekan-rekan kerja di PT.AIT, Baru-baru ini rekan kami di Coral Reef and Mangrove Conservation menemukan cangkang dari Chambered Nautilus. Area penemuannya secara detail masih dirahasiakan tetapi tentu saja masih dalam area perairan KEPRI.



foto saya ambil dari www.fao.org




Nautilus adalah hewan keluarga cumi-cumi, gurita satu-satunya yang punya cangkang, yang merupakan keluarga cephalopod. Merupakan genus satu-satunya dalam keluarga ini,
Nautilus memiliki 60-90 belalai kecil dan mata-mata purba. Tidak seperti species lain dari cepahlopod yang hanya hidup beberapa tahun saja dan mati setelah reproduksi, nautilus dipercaya hidup lebih dari 20 tahun. nautilus jantan akan "melepas/memotong" alat reproduksinya pada saat kawin, dan meletakkannya didalam kantung kelamin betina, kemudian dia akan menumbuhkannya kembali.






Mereka sanggup berenang dengan cepat dengan cara menembakkan air dari dalam kantung air yang mereka isap. Dengan kantung ini juga, sama seperti BCD pada penyelam, merupakan alat untuk timbul tenggelam, Hewan ini jarang terlihat karena hidup pada kedalaman 15- - 200m. Sangatlah jarang mendapatkan cangkang di pantai, dan kalau anda menemukannya pada pedangan barang hias, itu adalah nautilus yang tertangkap nelayan. Cangkang hewan langka ini mahal harganya.




punah itu untuk selamanya, jagalah sekarang !












Fresh water turtle

Team ODC dipanggil oleh penasehat club. Pak Danche wongkaren ketika hendak latihan di Nongsa Point Marina Batam, diduga terjadi penyelundupan kura-kura bawah air.


Stingray, dugong, pak Danche, Ricky, Dodi

Dugaan itu dibuktikan dengan beberapa temuan bangkai-bangkai kura-kura.
Jadi sementara lingkungan habitat hewan-hewan unik dibantai, perdagangan hewan-hewan eksotis ini juga semakin menggila, dan sudah berbagai cara termasuk penyelundupan. Kali ini yang jadi korban adalah kura-kura local, Kura2 air tawar ini dijual bukan untuk dijadikan peliharaan tetapi merupakan makanan yang termasuk mahal di restoran-restoran di Singapura.
Dan karena sudah termasuk langka, kura2 ini dijual sembunyi-sembunyi alias diselundupkan. Di daerah Nongsa, team AL pada saat mengejar boat penyelundup ini melihat mereka melemparkan kotak-kotak, dan kotak2 ini tenggelam. Ternyata kura2 ini dijejalkan dalam kotak-kotak kecil. Masing2 kotak 12 ekor, dari beberapa kotak yang ditemukan dari beberapa kotak yang tenggelam kami berhasil membuat foto2 dari Kerakusan manusia.






bandingkan dengan sendal petugas kebersihan yang kami minta bantu mengubur bangkai kura-kura.
Sementara dipihak lain, belum ada pihak yang berhasil menternakkan kura-kura, pengambilan dialam berjalan terus. Kita belum bisa mengetahui pasti, baru kemungkinan kura-kura jenis cuora amboienensis, yang juga bersama empat jenis yang lain sudah masuk kategori appendix II adalah Cuora. Flavomarginata, C. Galbinifrons, Lissemys punctata dan Pyxis planicauda.
Dengan panjang tempurung sekitar 35-40cm kura2 ini diperkirakan berumur 12-20th.

Punah adalah untuk selamanya, maka jagalah sekarang !